Kau, manusia apa?


 
Menelisik pasir yang senantiasa berbisik
Di sela kerumunan manusia-manusia yang hampa
Kuhirup napas dengan penuh keputusasaan,
Aku bernapas dengan penuh kesakitan.
Kau kira aku tak bisa?
Kau kira aku juga hampa?
Karena kau tak pernah tahu betapa berusahanya aku.
Aku adalah kata yang tak terdeskripsikan
Diantara ribuan alfabet yang terabaikan.
Kau meminta aku mendeskripsikanmu juga,
Kubilang percuma
Karena kau adalah koma
yang tidak pernah menganggap titik adalah saudara.
Kau selalu tahu memulai, tapi tak pernah tau bahwa kau juga butuh akhir.


07072014, Pare.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayangkan! coba saja

Bandung: Memori Masa Lalu dan Diriku yang Baru

Job Seeker's Life: 2 (Final)