Terima Kasih, Telah Kau Biarkan Aku, Patah Hati.

Aku patah hati.
Lazimnya orang patah hati, aku bersedih, tak karuan.
Ada sesuatu yang sakit, dan terasa begitu nyeri saat kuteteskan air mata penyesalan yang pertama.
Kau tak pernah tahu, memang aku tak pernah bilang juga.
Selama ini perasaanku masih sama, walau kadang terombang ambing kesana-kemari.

Entah apa yang mencegahku untuk tak mencari orang lain selain kamu.
Kau kira kenapa? aku tak pernah tahu.
Kini kau sepertinya telah berpaling, karena merasa tersakiti dengan ketidakpastianku.
Kenapa tak kau coba pahami sedikit saja maksud hati. Kenapa tak kau coba bertanya apa yang terjadi?
Salah memang. aku yang salah. aku telah salah.

Jadi, kukira kau telah berbahagia dengan yang lain, seorang perempuan yang kau damba-dambakan.
Seorang perempuan yang sesuai dengan apa yang kau impikan.
Tak apa. aku tak memaksa.
Jalan kita memang tak sama. Timurku adalah baratmu dan baratmu adalah timurku.
Aku tak mau memaksa dan tak akan memaksa.
Aku tak mau timurku kaupaksa menjadi barat.
Aku patah hati memang, kali ini saja.
Aku akan menghapus, aku akan melupakan semua kisah pahit kita.
Jangan pernah mencoba datang lagi, hanya untuk berkata, bahwa kau ingin menebarkan luka lebih dalam padaku.

210315, Malang, Hujan.
-Fd

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayangkan! coba saja

Bandung: Memori Masa Lalu dan Diriku yang Baru

Job Seeker's Life: 2 (Final)