Pengalaman Coba Disposable Camera
Hai, aku kembali dengan cerita menjajal barang lucu.
Kali ini aku mau sedikit cerita pengalaman menggunakan disposable camera atau kamera sekali pakai punya Fujifilm. Kapan persisnya aku tertarik dengan kamera ini agak kabur, sih. Hanya saja pas aku pakai kamera ini, kesannya membekas banget. Ada di dua sisinya, hasilnya yang jadul dan unyu banget, lalu biayanya yang cukup lumayan mahal di kantong. Ujung-ujungnya duit memang. haha.
Aku dua kali beli kamera ini di online shop. Harganya sebenarnya enggak terlalu mahal sih, berkisar
antara Rp 180 ribu sampai Rp 200 ribuan. Tapi, ingat ya, ini tuh kamera sekali pakai, beneran kalau udah habis, ya dibuang. Isi filmya ada 27 biji. Bisa dihabiskan dalam sekali pakai beneran, bisa juga
disimpan sampai pemakaian beberapa hari. Asal tidak lewat tanggal kadaluwarsanya.
Seperti ini bentukan disposable cameranya. Sebelum pakai, kamu harus muter bagian di samping view findernya sampe kedengeran bunyi 'klik'. Bentar, sebelumnya, aku enggak ahli-ahli banget sama kamera ya, jadi penjelasannya seadanya aja. Maap ya.
Penampakan Disposable Cameranya. Ada juga lampu flash yang bisa diaktifkan manual.
Tinggal geser ke atas tombol di samping lensanya itu sampai lampunya merah, flash siap dipakai.
Nah, itu puteran di samping jendela bidik yang harus diputer ke kanan dulu sebelum ambil foto.
Kalau filmya udah habis, disposable camera emang kudu dirusak gini buat ambil film rollnya.
Nah, kalau udah muter bagian di samping view finder alias jendela bidiknya, kamera siap digunakan. Udah, tinggal cari objek yang pas, lalu pencet tombol shutter kameranya. Simple banget. Hasilnya juga lumayan bagus. Kalau di smartphone zaman sekarang, hasilnya udah kayak pakai filter gitu, deh. Unik, tapi tunggu dulu sampai diproses pencucian. Harga Rp 180 ribuan tidak sampai di situ aja. Haha.
Jadi, setelah film dalam disposable camera ini habis, kita kudu merusak kemasannya buat ngambil roll filmnya. That's why dinamai kamera sekali pakai. Habis manis sepah dibuang, hehe.
Habis dapat roll filmnya, dibawa deh ke percetakan buat dicuci. Sekarang enggak perlu dicetak kayak zaman dulu sih, kita bisa simple minta filenya ditransfer biar bisa jadi bentuk digital dan siap upload medsos. Hmm... tapi biayanya, cuy, lumayan mehong.
Untuk kamu yang berada di kota besar, disposable camera mungkin bisa menjadi mainan unik yang
menyenangkan. Ongkos cuci dan transfernya mungkin juga masih berkisar antara Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribuan. Ide buruk buat kamu yang berada di kota kecil seperti aku.
Biaya cuci transfer di kota Pare tercinta ini sudah meroket. Untuk mencuci filmnya, aku diminta bayar Rp 140 ribu. Sementara buat transfer file ke digital, kudu nambah lagi Rp 45 ribu. Lumayan lho ini uangnya bisa dapet disposable camera satu lagi, kan?
Buat referensi, seperti ini nih jadinya memotret pakai disposable camera. Lucu banget. Ada kepuasan tersendiri memang memakai kamera ini, tapi ya gitu. Kamu harus siap dengan segala biaya untuk menghidupinya, haha.
gitu. Udah sekali bangkrut, aku ya gamau lagi nambah bagkrut. Jadilah terkumpul beberapa tempat yang melayani cuci transfer ini. Beberapa ada di luar kota, bisa dikirim roll filmnya, nanti hasilnya dikirim via file gitu deh.
Untuk yang ada di Surabaya, ada satu tempat cuci transfer yang jadi banyak referensi di Google. Aku
sendiri belum sempet nyoba, tapi untuk info-info daripada lewat online, mungkin bisa langsung datang ke sana.
Ada 'Master Foto' di Surabaya. Alamatnya ada di Jalan Raya Arjuno No 136 E Sawahan Kecamatan Sawahan Surabaya Jawa Timur.Buka Dari Jam 8 Pagi Sampai jam Setengah 10 Malam. Kata orang-orang, sih apa jadinya pencinta fotografi analog kalau enggak ada 'Master Foto' ini. Aku baca-baca kisaran harganya untuk cuci transfer udah dengan high resolution dibanderol dengan harga Rp 70 ribu saja. Kamu bisa kunjungi info dari webnya di sini.
Buat yang mau coba cara lain seperti dikirim dulu roll filmnya bisa coba di beberapa tempat ini. Mereka nyiapin cara kirim dan apa aja yang kita bakal dapetin. Ada juga jadwal kirim sampai jadwal jadinya kapan. Biayanya juga udah dirinci abis, tinggal dipilih aja.
Ini ada lab yang emang berbasis online, 'Hipercatlab' yang ada di Bandung. Kamu bisa kunjungi
websitenya di sini. Untuk alamat tokonya ada di Jl. Jend. Sudirman Gang Madniah 12A/75 RT005/RW001 Kel. Garuda, Kec. Andir – Bandung – JAWA BARAT 40184. Bisa juga ditilik akun Instagram untuk tahu lebih banyak soal jasa cuci film yang satu ini di sini.
Selain itu ada juga 'Rawa Lab' yang berbasis di Jakarta. Untuk infonya kamu bisa cek Instagram mereka di sini . Udah ada pricelist lengkap dengan cara ordernya untuk cuci transfer gimana.
Nah, tinggal bagaimana nasib satu biji disposable cameraku yang tertinggal ini. Nanti akan coba aku cuci pakai yang berbasis online. Ribet atau enggak dan berapa total biayanya, akan aku update lagi. Sampai jumpa :)




Komentar
Posting Komentar